Pernah sewaktu-waktu saya baca artikel tentang perokok pasif, dan nemuin artikel tentang "ScreenShot Pesan
Terakhir Perokok Pasif"
cerita yang sedih itu membuat saya terharu dan saya pun dengan sengaja mempublikasikan artikel ini ke mading kampus, cuma agak di edit sedikit. Begini nih kira- kira isi yang saya tempel ke mading kampus saya,
ScreenShot Pesan Terakhir Perokok Pasif, Tika Sebelum
Wafat
Penasaran juga membaca berita di detik..com tentang kematian seorang perokok pasif, Tika (Atika
Hasanah). Tika adalah salah satu
korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya ia
menegaskan tidak merokok, karena ia merupakan korban dari asap perokok aktif.
Berikut akan saya tampilkan screenshot tweet Tika @tikuyuz sebelum meninggal.
Banyak pesan yang disampaikan menjelang wafat, khususnya para perokok aktif.
Berikut akan saya tampilkan screenshot tweet Tika @tikuyuz sebelum meninggal.
Banyak pesan yang disampaikan menjelang wafat, khususnya para perokok aktif.
Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam tweet-nya di Twitter,
tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring
sosial.
Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu,
perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter.
Tika
ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti
Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya. Namun tiba-tiba pada Kamis
30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah
meninggal dunia.
Tika
adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam
status-statusnya Tika menegaskan dia
tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.
Dia
menulis dirinya terkena flek paru dan
divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis
menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini. Akibat
penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal
berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak
napas, batuk keras dan pilek.
Kematian Tika
kembali menyadarkan orang betapa bahayanya
efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak
korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam
lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen
terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.
SILAKAN MEROKOK TAPI TOLONG
ASAPNYA DITELAN
Beberapa mahasiswa dikampus ada yang setuju juga support membuat peraturan merokok di kampus, tapi ada juga yang enggak.
Dan sedihnya di mading artikel yang saya tempel ini malah di corat-coret, kira-kira begini nih isinya...
Salah Tika sendiri, udah tau ortunya ngerokok malah di deketin!?
Halo man, kalo saya tau siapa yang nulis pengen nonjok banget... >.< ...
Selanjutnya, ada juga adik kelas saya yang terkena flek paru. Menurut penjelasan yang saya terima dari dia langsung adalah sama dengan kasus Tika, karena Ayah dan Kakak-kakak laki-lakinya yang gemar banget ngisap rokok dan buang asap disekitarnya.
Pun demikian dengan tetangga saya yang anaknya sering sesak nafas, denger-denger dari ibu saya (saya ga jenguk langsung) itu akibat ayahnya yang sering merokok di dalam rumah. Ga sampai kena flek sih karna keburu di sedot tuh yang menyumbat paru-parunya, kebetulan orang tuanya berada, dan memang tanggap banget sama kesehatan anaknya.
Akhhirnya sekarang kalo saya sedang lewat depan rumahnya sering saya lihat ayahnya ngerokok d luar pagar sembari jalan-jalan. Bagus deh kalo dia sadar.... ^^
Oke deh makanya tolong deh Opa, Bapak, Abang, Mas, Bos, Adik-adik atau perempuan-perempuan yang merokok, dipikir lagi deh kalo mau merokok. Mulai donk dikurangin sedikit demi sedikit kebiasaan ngerokok-nya ganti dengan permen karet atau malah ganti dengan tusuk gigi. Maksudnya biar kalo lagi pengen merokok bisa digigit-gigit deh tuh tusuk gigi-nya.






0 komentar:
Posting Komentar
Sudah Lihat dan Baca .... Komen donk...^^